You need to enable javaScript to run this app.

Upacara Hardiknas 2026: Batik, Kebersamaan, dan Semangat Baru untuk Pendidikan

Upacara Hardiknas 2026: Batik, Kebersamaan, dan Semangat Baru untuk Pendidikan

Foto bersama setelah upacara (doc: Bambang Herlandi)

 

SKADA Liputan Sekolah — Halo Sobat Prestasi! Gak kerasa ya, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali hadir.

Tapi tahun ini, ada angin segar yang bikin semangat belajar makin hidup, apalagi buat kita semua yang masih duduk di bangku sekolah!

Suasana Hardiknas: Batik Nasional dan Nuansa Klasik yang Keren

Pukul 06.50 pagi, suasana lapangan udah ramai banget. Para siswa-siswi kompak pakai batik nasional, sementara para guru tampil dengan batik Korpri.

Nuansa kebersamaan langsung terasa. Bukan tanpa alasan, ini semua bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh tepat hari ini.

Mulai Jam 7: Semua Berbaris di Lapangan

Pukul 07.00, seluruh siswa sudah berkumpul rapi di lapangan. Tak perlu waktu lama, upacara pun segera dimulai. Semua berdiri tegak, menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan.

Nuansa khidmat sekaligus meriah terasa karena seremoni ini bukan sekadar rutinitas, tapi momen refleksi bersama.

Suasana upacara hardiknas di lapangan (doc: Jurnalistik Skada)

Inti Pidato: Pendidikan Itu Soal Memuliakan

Dalam amanat upacara oleh Bapak Mujadi selaku kepala sekolah, disampaikan pesan yang cukup dalam.

Intinya, pendidikan itu proses yang dilakukan dengan tulus dan penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Kerennya lagi, inti dari pendidikan adalah memuliakan.

Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, udah meletakkan dasar sistem among: asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan).

Pendidikan juga bertujuan menumbuhkembangkan potensi manusia biar jadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat, jujur, bertanggung jawab, sampai demokratis. 

Ada pesan keren lainnya: "Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas." Nah, makanya tahun ini pendekatan Pembelajaran Mendalam jadi prioritas.

Juga disinggung soal budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di sekolah, biar sekolah bisa jadi rumah kedua yang nyaman buat semua murid. Jauh-jauh dari perundungan dan kekerasan, plus ada program macam Pagi Ceria, Upacara Bendera, Pramuka, sampai Makan Bergizi Gratis. Seru, kan?

Dalam 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah udah meletakkan fondasi 'pendidikan bermutu untuk semua' lewat berbagai regulasi yang menggabungkan empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Pesan penutupnya gak kalah penting: tanpa tiga M, yaitu Mindset maju, Mental kuat, dan Misi lurus. Semua kebijakan cuma jadi formalitas angka belaka.

Bapak Mujadi menyampaikan pidato (doc: Jurnalistik Skada)

Jam 08.00: Selesai, Lanjut Foto Bareng!

Tepat pukul 08.00, upacara resmi berakhir. Tapi belum pada bubar, Sobat Pretasi. Semua siswa dan guru langsung berfoto bersama di lapangan.

Senyum, gaya santai, plus batik keren. Momen kebersamaan ini jadi penutup yang paling worth it buat diabadikan.

Foto bersama di lapangan setelah upacara (doc: Bambang Herlandi)

Penutup

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat. (Nasya)

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Mujadi, S.Pd., M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Assalamu'alaikum wr.wb Alhamdulillah, Puji Syukur kami panjatkan kehadirat-Mu Ya Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala Nikmat dan Karunia...

Berlangganan
Banner