Group Bayan Tbk Undang Skada Kunjungan Industri
- Sabtu, 09 Mei 2026
- adminweb
- 0 komentar
Sabtu, 9 Mei 2026
Perwakilan siswa dan guru Skada menghadiri undangan program tanggung jawab sosial dari PT. Dermaga Perkasa Pratama, anak perusahaan dari PT. Bayan Tbk yang dikemas dalam tajuk kunjungan industri. Total peserta yang terlibat dalam kunjungan industri ini sebanyak 30 orang. Sebanyak 24 peserta dari unsur siswa dengan latar belakang tujuh kosentrasi keahlian dan 6 peserta dari guru pendamping unsur manajemen dan guru kejuruan.

Tim PT. Dermaga Perkasa Pratama memfasilitasi langsung peserta kunjungan industri dengan menjemput dari sekolah sebagai titik kumpul. Tepat jam 08.00 WITA, bis melucur menuju dermaga perusahaan yang berada di Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat. Lokasi kunjungan industri yaitu terminal penampungan batu bara (Balikpapan Coal Terminal/BCT) milik PT. Dermaga Perkasa Pratama yang berada di Kelurahan Kariangau. Untuk bisa sampai di lokasi itu, peserta kunjungan mengunakan dua speed boat bermuatan 15 orang. Kurang dari 15 menit dari darmaga, peserta tiba di lokasi BCT dan disambut ramah oleh tim manajemen perusahaan.
Pada sesi diskusi, tim manajemen PT. Dermaga Perkasa Pratama menyampaikan maksud kunjungan industri yang menghadirkan pelajar SMK dilatar belakangi oleh perkembangan media sosial yang begitu cepat menyajikan informasi termasuk dunia tambang, namun di sisi lain, tanggung jawab menyaring kebenaran informasi sangat ditentukan oleh kualitas literasi penggunanya. Dalam semangat meningkatkan literasi itu lah, PT. Dermaga Perkasa Pratama terpanggil untuk berkontribusi terkhusus lagi kalangan remaja termasuk lapis generasi yang kini punya ketertarikan kuat terhadap topik lingkungan.


Tim Manajemen PT. Dermaga Perkasa Pratama mengenalkan langsung kepada peserta bahwa di Balikpapan tempat peserta dilahirkan, ada perusahaan yang berskala besar, melakukan kegiatan ekspor hasil eksplorasi batu bara dari beberapa Kabupaten yang ada di Kaltim. Hasil eksplorasi batu bara itu kemudian dibawa dengan kapal-kapal tongkang dan dikumpulkan di BCT. Batu bara yang terkumpul selanjutnya melayani kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Umumnya batu bara itu dipergunakan untuk bahan bakar pembakit listrik tenaga uap.
Dikarenakan batu bara termasuk industri yang memiliki resiko keselamatan tinggi, Tim Manajemen perusahaan memiliki prosedur keamanan dan keselamatan kerja sebagai prioritas dalam budaya kerja mereka. Hal demikian diperkenalkan langsung kepada peserta kunjungan mulai dari dermaga yang diwajibkan mengikuti pengarahan menggunakan jaket keselamatan sebelum menaiki speed boad. Tidak sampai disitu, peserta juga mendapatkan penjelasan bahwa perusahaan melakukan kegiatan penyelamatan lingkungan dengan rehabilitasi dan juga revegetasi pasca eksploitasi batu bara dari perut bumi Kaltim.


Selama kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias melakukan tanya jawab. Rasa ingin tahu peserta dikonversi menjadi pertanyaan seputar latar belakang keahlian yang mereka pelajari di Skada dan implementasi kerjanya di perusahaan. Peserta juga mempertanyakan terkait peluang lulusan SMK untuk bisa terserap di perusahaan industri batu bara. Pihak tuan rumah menjawab dengan sangat lugas bahwa ilmu yang mereka miliki dibutuhkan pihak perusahaan dan selain itu kemauan untuk terus belajar di luar latar belakang jurusan keilmuan di sekolah juga penting agar menjadi sumber daya manusia yang cepat beradaptasi dengan dunia kerja.

Kegiatan kunjungan industri ditutup jam 13.00 WITA. Peserta kembali ke sekolah difasilitasi oleh perusahaan atau layanan prima antar jemput. Wajah peserta terlihat ceria ketika turun dari kendaraan bis menyiratkan bahwa mereka baru saja mendapatkan pengalaman yang benar-benar baru dan membantu membuka cakrawala berfikir tentang keahlian yang mereka pelajari di sekolah kaitannya dengan dunia industri yang ada di kota tempat mereka bertumbuh.