Dari Maaf-Maafan ke Panggung Sandiwara: Hangatnya Halalbihalal dan Serunya Pentas Drama di SKADA
- Senin, 30 Maret 2026
- Berita Sekolah Liputan Sekolah
- adminweb
- 0 komentar
Suasana hangat halal bihalal di lapangan (doc: Jurnalistik Skada)
SKADA Liputan Sekolah—Halo Sobat Prestasi! Gimana kabar kalian setelah libur lebaran? Pasti masih kerasa ya hawa-hawa ketupat dan opornya!
Hari pertama masuk sekolah di SMKN 2 Balikpapan kali ini nggak cuma jadi ajang melepas rindu, tapi juga jadi panggung unjuk gigi kreativitas yang luar biasa lewat penilaian Projek Bahasa Indonesia. Yuk, intip keseruannya!
Hangatnya Halal Bihalal di Pagi Hari
Sebelum keseruan drama dimulai, aktivitas sekolah diawali dengan penuh kedisiplinan dan kehangatan.
Tepat pukul 07.00 WITA, seluruh siswa berbaris rapi di lapangan untuk melaksanakan apel pagi.
Momen yang paling ditunggu adalah di mana seluruh guru dan siswa berkumpul untuk Halal Bihalal.
Suasana maaf-maafan ini benar-benar bikin semangat baru buat memulai pelajaran setelah libur panjang Idul Fitri.
Pertunjukan Seni yang Berkesan
Bukan sekadar penilaian projek mata pelajaran Bahasa Indonesia, tapi ini adalah ajang pembuktian kalau anak muda itu punya segudang ide brilian yang bisa dikemas jadi pertunjukan seni yang berkelas banget.
Pembukaan oleh MC dan Perkenalan Juri
Kegiatan dimulai pukul 10.10 dengan pembukaan oleh MC yang langsung menghidupkan suasana.
Dalam sesi ini, MC juga memperkenalkan para juri yang akan menilai jalannya pementasan, yaitu:
1. Ibu Natalia Vita Sabatini, S.Pd
2. Ibu Mariani Anwar, .S.Pd
3. Bapak Zaki Nur Anas, S.E.I
Doa Pembuka

Doa dipimpin oleh Bapak Rohim (doc: Jurnalistik Skada)
Setelah perkenalan juri, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Bapak Abdul Rohim, S.Pd. supaya acara kita berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sambutan Kepala Sekolah

Sambutan hangat Bapak Kepala Sekolah (doc: Jurnalistik Skada)
Nggak ketinggalan, Bapak Mujadi, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sekolah memberikan sambutan yang supportive pada pukul 10.20.
Beliau menyampaikan rasa terima kasihnya karena lewat projek ini, siswa-siswi nggak cuma sekadar belajar teori, tapi juga bisa langsung mempraktikkan kreativitas dan belajar cara kerja sama tim yang solid.
Setelah sesi sambutan, para guru dan perwakilan tiap kelas menyempatkan diri buat sesi foto bareng sebagai kenang-kenangan manis sebelum pentas dimulai.

Sesi foto bersama guru-guru dan perwakilan tiap kelas (doc: Jurnalistik Skada)
Begitu sesi foto selesai, MC langsung membacakan kriteria penilaian supaya tiap kelas tahu apa saja yang jadi poin penting di mata juri.
Tanpa berlama-lama lagi, tepat pukul 10.40, lampu panggung mulai menyorot penampilan perdana.
XI DKV: "Kisah di Balik Topeng"
Kelas XI DKV membuka panggung dengan cerita yang sangat mendalam.
Mengisahkan tentang Alina, seorang gadis yang awalnya kurang menghargai tradisi di sebuah desa.
Namun, pertemuannya dengan Laras, seorang penari yang hilang dari desa tersebut, sukses menyadarkan Alina akan indahnya warisan budaya.
Di akhir drama, narator menyampaikan: "kalau bukan kita siapa lagi?"
Alina belajar bahwa tradisi harus dijaga agar tetap dikenal generasi berikutnya.


Penampilan dari kelas XI DKV (doc: Jurnalistik Skada)
XI AK 2: "Kisah dari Tanah yang Dijaga"
Sekitar pukul 11.20, suasana berubah jadi mencekam.
Kelas XI AK 2 membawakan genre horor tentang sekelompok pecinta alam yang nekat mendatangi tanah terlarang.
Meski sudah diperingatkan penduduk asli, mereka tetap memaksa masuk demi mencari air terjun.
Puncaknya? Ada jumpscare dari penunggu hutan yang sukses bikin penonton satu aula kaget!
Drama ini mengingatkan kita kalau keberanian tanpa tanggung jawab itu bisa jadi malapetaka. Hutan itu untuk dijaga, bukan ditantang.



Penampilan dari kelas XI AK 2 (doc: Jurnalistik Skada)
Keseruan Berlanjut Setelah Ishoma
Setelah sempat beristirahat sejenak, panggung kembali menyala pada pukul 13.10 dengan cerita-cerita yang nggak kalah seru.
XI BR 2: "Di Antara Impian dan Tuntunan"
Nah, drama satu ini bener-bener relate sama kehidupan anak muda zaman sekarang.
Mengisahkan Afran yang ingin jadi atlet lari tapi dipaksa ayahnya jadi dokter. Afran membuktikan diri dengan jadi juara 1 di perlombaan lari.
Suasana haru pecah saat sang ayah menyesal dan memeluk Afran.
Drama komedi yang bikin ketawa sekaligus tersentuh ini ditutup dengan tarian dari para tokohnya.



Penampilan dari kelas XI BR 2 (doc: Jurnalistik Skada)
XI MP 3: "Budaya di Tengah Layar"
Pukul 13.50, giliran XI MP 3 yang tampil.
Ceritanya tentang mahasiswi KKN di Kampung Asri yang berjuang mengembalikan budaya yang mulai luntur gara-gara gempuran teknologi terutama pada anak-anak yang nantinya akan jadi penerus bangsa.
Meski banyak cobaan, mereka berhasil bikin Festival Budaya Asri yang akhirnya diterima hangat oleh warga.
Penampilan ini juga ditutup dengan tarian yang bikin suasana makin meriah.


Penampilan dari kelas XI MP 3 (doc: Jurnalistik Skada)
Selanjutnya, dua penampilan terakhir membawa kita kembali ke masa lalu untuk menghargai jasa para pahlawan.
XI AK 3: "Perjuangan Cut Nyak Dhien"
Pukul 14.25, kelas XI AK 3 membawakan kisah Cut Nyak Dhien, pahlawan perempuan dari Aceh yang jadi mimpi buruk buat Belanda.
Meskipun didera duka karena suami pertama dan keduanya gugur, ia tetap gigih melawan hingga dikhianati dan diasingkan.
Benar-benar sosok yang melambangkan kegigihan luar biasa!



Penampilan dari kelas XI AK 3 (doc: Jurnalistik Skada)
XI RPL: "Dari Takut Menjadi Merdeka"
Sebagai penutup pada pukul 15.00, kelas XI RPL membawakan sejarah kemerdekaan Indonesia.
Mulai dari kejamnya penjajahan Jepang tahun 1942 hingga momen krusial penculikan Soekarno-Hatta oleh golongan muda pada 15 Agustus 1945.
Drama ini menekankan kalau kemerdekaan itu bukan hadiah, tapi hasil perjuangan.
Sebuah kalimat penutup yang mengingatkan kita: "kemerdekaan tidak lahir dari orang-orang yang tidak takut tetapi lahir dari orang-orang yang takut tapi tetap berani untuk maju demi masa depan."




Penampilan dari kelas XI RPL (doc: Jurnalistik Skada)
Penutup
Acara akhirnya resmi ditutup pada pukul 15.35 dengan apresiasi hangat dari MC untuk seluruh penampil.
Harapannya, semoga semangat dan keberanian berekspresi ini terus membekas, bukan cuma buat ngejar nilai, tapi buat jadi bekal kita di masa depan! (Nasya)
Artikel Terkait
Langkah Awal Calon Pemimpin Masa Depan: Rangkuman Keseruan MPLS SKADA 2026/2027
Jum'at, 17 Juli 2026
Intip Serunya Pra-MPLS di SKADA: Langkah Awal Calon Siswa Baru Mengenal Lingkungan Sekolah
Jum'at, 10 Juli 2026
SMKN 2 Balikpapan Raih Peringkat Pertama Maxim Order Competition 2026, Dapatkan Hadiah Handphone!
Kamis, 18 Juni 2026
Cerdas Carnival Vol. 3 Hadirkan Tawa dan Kreativitas Siswa SMKN 2 Balikpapan Setelah PSAT
Senin, 15 Juni 2026