You need to enable javaScript to run this app.

Hikmah Ramadhan dan Perjuangan Menahan Diri Warnai Sanram Hari Kedua

Hikmah Ramadhan dan Perjuangan Menahan Diri Warnai Sanram Hari Kedua

Sesi foto bersama menutup rangkaian Pesantren Ramadhan hari kedua dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan (doc: Jurnalistik Skada)

 

SKADA Liputan Sekolah — Halo Sobat Prestasi! Kalau hari pertama penuh semangat pembuka, hari kedua Pesantren Ramadhan di SMKN 2 Balikpapan nggak kalah berkesan.

Dari pagi sampai menjelang Zuhur, rangkaian kegiatan berjalan khidmat, seru, sekaligus penuh makna. Bukan Cuma soal ibadah, tapi juga soal perjuangan menahan diri.

Pagi Khusyuk, Hati Lebih Siap

Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an di pagi hari. Lantunan ayat suci mengalun sebagai pembuka aktivitas, menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan.

Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan salat Duha berjamaah, lalu kembali melanjutkan tadarus di kelas masing-masing yang dipandu oleh panitia. Suasana kelas terasa lebih hidup namun tetap tertib.

Kegiatan berlanjut dengan nonton bersama dan sesi games yang semakin menambah semarak suasana. Serius tapi tetap santai, belajarnya dapet, kebersamaannya juga dapet.

Suasana tadarus Al-Qur’an dan nonton bersama di kelas tampak tertib dan penuh kebersamaan (doc: Jurnalistik Skada)

Registrasi dan Tes Semangat

Memasuki waktu istirahat, peserta memanfaatkan momen tersebut sebelum kembali berkumpul di aula untuk registrasi secara tertib.

Sekitar pukul 10.40 WITA, Bu Isma memimpin tes semangat dan fokus dengan bersholawat serta menyanyikan lagu Kalimat Thayyibah. Suasana langsung terasa hangat dan kompak.

Bu Isma memimpin tes semangat dengan bersholawat dan menyanyikan lagu Kalimat Thayyibah (doc: Jurnalistik Skada)

Tak lama kemudian, kedatangan Ustadz Iskandar Yusuf, M.Ag., disambut dengan hangat oleh semua orang.

Informasi Ujian dan Pembukaan Acara

Sebelum sesi utama dimulai, Bapak Yoga menyampaikan panduan singkat terkait penggunaan aplikasi Bimasoft yang akan digunakan untuk ujian mendatang.

Acara resmi kemudian dibuka oleh MC Fika Oktarina dan Aulia Rahmadhani dari kelas X MPLB 1, dilanjutkan dengan pembacaan Ummul Qur’an serta penyampaian biodata singkat penceramah.

MC memandu jalannya acara Pesantren Ramadhan hari kedua dengan semangat (doc: Jurnalistik Skada)

Tausiyah: Ramadhan, Momentum Perbaikan Diri

Memasuki sesi ceramah, Ustadz Iskandar membuka dengan pertanyaan yang langsung disambut semangat para peserta. Jawaban yang tepat akan diberi hadiah, membuat suasana semakin hidup dan interaktif.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan hikmah dan pelajaran dari bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa pada bulan suci ini pintu langit terbuka sehingga doa-doa lebih mudah tersampaikan, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu.

Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang mendekati zina. Pacaran dalam bentuk apa pun disebut sebagai sesuatu yang haram karena mendekati larangan Allah.

Disampaikan pula bahwa ketika laki-laki dan perempuan berduaan, maka yang ketiga adalah setan. Pesan tersebut menjadi pengingat tegas bagi para peserta untuk menjaga batasan pergaulan.

Selain itu, beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Dosa selama sebelas bulan, kata beliau, bisa dihapus dalam satu bulan jika dijalani dengan sungguh-sungguh.

“Jadikanlah salat dan sabar sebagai penolongmu,” pesannya.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, menumbuhkan kepedulian, serta membiasakan hidup lebih teratur.

Ustadz Iskandar Yusuf, M.Ag., menyampaikan tausiyah penuh makna pada Pesantren Ramadhan hari kedua (doc: Jurnalistik Skada)

Kuis, Ice Breaking, dan Penutup

Menjelang siang, tepat pukul 11.50 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan kuis berhadiah. Para peserta dengan antusias berebut menjawab pertanyaan, suasananya seru dan kompetitif tapi tetap positif.

Suasana kuis berhadiah berlangsung seru dengan peserta yang antusias berebut menjawab pertanyaan (doc: Jurnalistik Skada)

Untuk mengembalikan fokus yang mulai menurun, Bu Isma memimpin sesi ice breaking yang membuat suasana kembali segar. Auto semangat lagi!

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Iskandar. Setelah penutupan resmi oleh MC dan sesi foto bersama, Pesantren Ramadhan hari kedua diakhiri dengan salat Zuhur berjamaah.

Lebih dari Sekadar Rutinitas

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami Ramadhan sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai ruang pembentukan diri.

Karena pada akhirnya, Ramadhan bukan sekadar bulan yang datang dan pergi, melainkan kesempatan untuk pulang kepada versi diri yang lebih sabar, lebih tertib, dan lebih bertanggung jawab. (Nasya)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Mujadi, S.Pd., M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Assalamu'alaikum wr.wb Alhamdulillah, Puji Syukur kami panjatkan kehadirat-Mu Ya Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala Nikmat dan Karunia...

Berlangganan
Banner