You need to enable javaScript to run this app.

Gema Ramadhan di SMKN 2 Balikpapan: Menahan Nafsu, Mengejar Surga

Gema Ramadhan di SMKN 2 Balikpapan: Menahan Nafsu, Mengejar Surga

Peserta Pesantren Ramadhan berfoto bersama Ustadz Muhammad Rif’at Jailani, Lc., usai tausiyah (doc: Jurnalistik Skada)

 

SKADA Liputan Sekolah — Halo Sobat Prestasi! Ramadhan selalu punya cara spesial untuk bikin hati lebih adem dan semangat jadi versi terbaik diri sendiri.

Nah, suasana khidmat itulah yang terasa kuat saat hari pertama Pesantren Ramadhan (Sanram) kelas X di SMKN 2 Balikpapan.

Sejak pagi, vibe-nya sudah terasa penuh berkah dan kebersamaan, bikin yang datang jadi makin siap menjalani bulan suci dengan totalitas.

Pagi Penuh Berkah: Tadarus dan Salat Duha

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WITA dengan tadarus bersama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema,

menciptakan suasana yang tenang dan khusyuk. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan salat Duha berjamaah di masjid sekolah.

Pembukaan Hangat dan Penuh Kekompakan

Setelah sesi ibadah, peserta melakukan registrasi di aula. Di sela-sela itu, Bapak Didi Purnomo mengajak seluruh siswa menyanyikan lagu Kalimat Thayyibah. Suasana pun terasa hangat dan penuh kebersamaan.

Registrasi Pesantren Ramadhan siswa kelas X di aula SMKN 2 Balikpapan berlangsung tertib (doc: Jurnalistik Skada)

Acara pembukaan dipandu oleh dua MC, Muh Toupan dari kelas X DKV dan Genta Rayhan dari kelas X TKJ.

MC membuka acara dengan penuh semangat (doc: Jurnalistik Skada)

Kegiatan diawali dengan pembacaan Ummul Qur’an dan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Didi Purnomo.

Suasana makin syahdu saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Mutiara Humairoh (X LP), dilanjutkan sari tilawah oleh Putri Nur Kumala (X MPLB 2) dengan suara yang merdu dan menyentuh.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Mutiara Humairoh dan sari tilawah oleh Putri Nur Kumala menggema merdu serta khusyuk (doc: Jurnalistik Skada)

Laporan Panitia dan Sambutan Kepala Sekolah

Ketua panitia Pesantren Ramadan, Luthfi Khoirul Anam, menyampaikan laporan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan gambaran rangkaian acara.

Ketua panitia, Luthfi Khoirul Anam, menyampaikan laporan kegiatan Pesantren Ramadhan (doc: Jurnalistik Skada)

Selanjutnya, Kepala SMKN 2 Balikpapan, Bapak Mujadi, memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembinaan karakter serta peningkatan keimanan siswa selama bulan suci.

Kepala SMKN 2 Balikpapan, Bapak Mujadi, menyampaikan sambutan sekaligus harapan (doc: Jurnalistik Skada)

Tausiyah “Perang Tak Terhindari: Menahan Hawa dan Nafsu di Bulan Suci”

Tepat pukul 09.05 WITA, Ustadz Muhammad Rif’at Jailani, Lc., menyampaikan tausiyah bertema “Perang Tak Terhindari: Menahan Hawa dan Nafsu di Bulan Suci.”

Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa ketika Ramadhan tiba, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.

Ia juga menegaskan bahwa orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan mampu menahan diri dari hawa nafsu, maka surgalah tempat tinggalnya.

Ustadz Muhammad Rif’at Jailani, Lc., menyampaikan tausiyah bertema “Perang Tak Terhindari” dengan penuh khidmat (doc: Jurnalistik Skada)

Sesi Interaktif dan Makin Seru

Setelah tausiyah, suasana berubah jadi lebih dinamis lewat sesi tanya jawab berhadiah. Banyak siswa antusias berebut

menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Semangatnya benar-benar terasa, kompetitif tapi tetap seru!

Menjelang akhir sesi aula, kegiatan ditutup dengan foto bersama. Setelah itu, peserta memasuki waktu istirahat sekaligus pertukaran sesi antara kelas yang berkegiatan di aula dan yang berada di ruang kelas.

Rangkaian Penutup yang Berkesan

Kegiatan berlanjut dengan tadarus, nonton bersama yang dipandu panitia di kelas, serta sesi games tanya jawab berhadiah yang semakin menambah semarak suasana.

Siswa kelas X tampak fokus dan antusias saat nonton bersama di ruang kelas (doc: Jurnalistik Skada)

Hari pertama Pesantren Ramadhan ditutup dengan persiapan dan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah di sekolah. Tepat pukul 13.00 WITA, rangkaian kegiatan resmi berakhir.

Awal yang Baik di Bulan Penuh Berkah

Hari pertama Pesantren Ramadhan ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam membentuk pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan mampu menahan hawa nafsu.

Bukan Cuma sekadar kegiatan tahunan, tapi juga momen refleksi dan penguatan iman. Semoga semangat ini terus konsisten sampai akhir Ramadhan. (Nasya)

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Mujadi, S.Pd., M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Assalamu'alaikum wr.wb Alhamdulillah, Puji Syukur kami panjatkan kehadirat-Mu Ya Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala Nikmat dan Karunia...

Berlangganan
Banner