15,5 Juta Remaja Alami Masalah Mental, Saatnya Kita Dengar dan Bergerak!
- Jum'at, 02 Mei 2025
- Kesehatan Mental Mental Health Awareness Remaja Infopedia SobatPedia
- adminweb
- 0 komentar
Remaja perempuan tampak cemas saat berkonsultasi dengan seorang profesional, menggambarkan pentingnya dukungan kesehatan mental bagi remaja. (iStock)
SMKN 2 Balikpapan — Halo SobatPedia! Kesehatan mental emang sering banget jadi topik di media sosial, tapi ini bukan cuma buat konten semata.
Di balik tagar-tagar seperti #SelfLove dan #MentalHealthAwareness, ada fakta yang lumayan bikin kita mikir dua kali.
Berdasarkan hasil survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022, sekitar 15,5 juta remaja Indonesia—alias 34,9% dari total remaja, ternyata mengalami masalah kesehatan mental. Wah, angka segitu nggak main-main ya!
Nggak cuma itu, data dari WHO juga menyebutkan bahwa 1 dari 7 anak usia 10–19 tahun di dunia mengalami masalah serupa.
Di dalam negeri, Kementerian Kesehatan RI juga mengungkapkan bahwa 25% remaja usia 15–24 tahun sudah mengalami gangguan kecemasan atau depresi.
Artinya? Kita semua perlu peduli, dan harus tahu gimana cara jaga kesehatan mental—khususnya buat remaja yang lagi banyak-banyaknya menghadapi tekanan hidup.
Kenapa Sih Kesehatan Mental Remaja Itu Penting?
Kalau mental kita sehat, hidup juga bakal terasa lebih ringan. Ini beberapa alasan kenapa penting banget buat jaga kesehatan mental di usia remaja:
- Bisa bangkit lagi setelah kecewa dan kesal
- Merasa lebih happy dan lebih yakin sama diri sendiri
- Termotivasi buat capai hal-hal besar
- Lebih aktif di kegiatan sosial
- Bisa jadi bagian dari komunitas secara produktif
Nggak salah kan kalau dibilang mental health itu modal utama buat masa depan yang cerah?
Yuk, Kenali Tanda-Tanda Masalah Kesehatan Mental
Kadang kita atau temen kita lagi ngerasa nggak enak hati terus-menerus, tapi bingung kenapa. Nah, penting buat ngeh sama tanda-tanda ini:
- Susah ngontrol emosi (sering marah atau nangis tanpa sebab yang jelas)
- Perilaku berubah drastis
- Menjauh dari lingkungan sosial (jadi super introvert mendadak)
- Nggak percaya diri
- Nilai sekolah menurun atau nggak semangat ikut kegiatan
- Gangguan makan dan tidur
Kalau kamu atau temenmu ngalamin beberapa hal di atas, jangan anggap enteng ya!
Cara Koping yang Positif, Biar Nggak Makin Stres!
Kita tahu kok, hidup remaja itu kadang ribet. Dari tugas numpuk, ekspektasi orang tua, sampai urusan pertemanan atau cinta-cintaan yang ruwet.
Tapi, penting banget buat coping atau mengelola stres dengan cara yang sehat. Jangan sampai larinya ke hal-hal negatif kayak stress eating, ngerokok, minum alkohol, atau belanja impulsif.
Ini dia beberapa mekanisme koping yang sehat dan patut dicoba:
- Kenali penyebab masalah dan hadapi dengan kepala dingin
- Rajin olahraga, meski cuma jogging sore
- Tumpahkan emosi lewat hobi, kayak gambar, nyanyi, atau main musik
- Coba journaling buat curhat ke diri sendiri
- Lakuin self-care, kayak skincare-an, tidur cukup, atau sekadar me time
- Kerjain hal-hal yang kamu suka, biar tetap produktif dan happy
Perlu Dukungan Bareng-Bareng, Nggak Bisa Sendiri
Menjaga kesehatan mental itu tanggung jawab bareng, bukan cuma urusan pribadi. Dukungan dari keluarga, guru, temen, dan bahkan tenaga profesional sangat dibutuhkan.
Jangan ragu buat cerita atau cari bantuan ya, karena semua orang layak buat merasa baik-baik aja.
Jadi, mulai sekarang yuk kita saling jaga dan peduli, SobatPedia! Kesehatan mental bukan cuma tentang “nggak stres,” tapi tentang gimana kita bisa bahagia, tumbuh, dan hidup dengan versi terbaik dari diri sendiri. (Novita)
Sumber: halodoc.com
